Selasa, 27 Oktober 2015

TESIS 1 KEBENARAN



1. Seorang Kristen Melakukan Apa yang Benar karena Dia adalah Seorang Kristen, bukan supaya Menjadi Orang Kristen.


Peristiwa ini terjadi dalam beberapa minggu pertama saya bertugas di sebuah jemaat baru. Di gereja ini, tujuan saya adalah untuk melawat setiap keluarga agar dapat dikenal. Namun percakapan mudah sekali usai hanya dengan hal-hal yang ringan.
“Apakah itu gambar Tante Minnie?”
“Ya.”
Maka saya mulai muncul dengan percakapan yang menjebak: satu pertanyaan, pertanyaan yang sama, ditanyakan pada setiap rumah. “Menurut saudara apakah arti seorang Kristen?” Dan saya secara teliti tetap mencatat setiap jawaban.
“Seorang Kristen adalah orang yang hidup menurut hukum emas.”
“Seorang Kristen adalah orang yang jujur.”
“Seorang Kristen adalah orang yang baik hati dan pengasih.”
“Seorang Kristen adalah seorang tetangga yang baik.”

Saya mendengar banyak jawaban yang berbeda-beda, namun memiliki persamaan. Setiap jawaban adalah jawaban yang berhubungan dengan tingkah laku. Nama Kristus secara mencolok dilalaikan.

Anda dapat membaca laporan reporter yang mewawancarai orang-orang di jalanan, menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang serupa. Pola jawabannya selalu sama.

“Orang Kristen melakukan ini dan itu. Orang Kristen tidak melakukan ini dan itu.” Berapa seringkah anda mendengar jawaban, “Seorang Kristen adalah orang yang mengenal dan mengasihi Kristus?”

Apakah Kekristenan itu? Apakah itu sesuatu yang berdasarkan kepada tingkah laku? Atau apakah itu sesuatu yang berdasarkan kepada hubungan? Di sinilah dasar pengertian dan pengalaman keselamatan oleh iman di dalam Kristus. Kekristenan adalah masalah mengenal Kristus. Dan tingkah laku yang membedakan orang Kristen dan bukan Kristen muncul sebagai hasil iman di dalam hubungan dengan Kristus—tidak pernah menjadi penyebab.

Marilah kita mengatakan tesis ini dalam bentuk lain. Sebuah pohon apel berbuah apel karena dia adalah pohon apel, tidak pernah agar menjadi pohon apel. Yesus membuat perumpamaan yang sama: “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.” Matius 7:17, 18.

Jika anda tertarik pada buah yang baik, tempat memulainya adalah pada pohon yang baik. Tugasmu adalah menyirami pohon tersebut, memberi pupuk, mengizinkan matahari, hujan dan angin melakukan tugasnya. Tidak perlu usaha yang keras untuk menghasilkan buah. Jika anda memiliki pohon yang sehat, tentu buah akan datang sebagai hasilnya.

Demikian juga dengan kehidupan orang Kristen. Orang yang berusaha untuk menghidupkan kehidupan Kristen dengan berpusat pada perubahan tingkah lakunya akan menghadapi jalan buntu. Dalam Christ’s Object Lessons dikatakan seperti ini: “Adalah dengan memperbaharui hati kasih karunia TUHAN bekerja mengubah kehidupan. Sekedar perubahan luar tidak cukup untuk membawa kita selaras dengan TUHAN. Banyak orang yang berusaha berubah dengan memperbaiki tingkah laku yang buruk ini dan itu, dan mereka berharap dalam cara ini menjadi orang-orang Kristen, namun mereka memulai pada tempat yang salah. Pekerjaan pertama kita adalah dengan hati.”—hlm. 97.


Tidak masalah betapa lurus hidupmu, tidak masalah berapa banyak kebaikan yang engkau lakukan, tidak masalah betapa salehnyapun penampilanmu, engkau bukanlah orang Kristen sejati hingga engkau mengenal Yesus secara pribadi. Melakukan apa yang benar tidak akan membuatmu menjadi orang Kristen. Hal itu hanya membuatmu menjadi orang yang bermoral. Gereja yang mula-mula berfokus pada TUHAN Yesus Kristus sehingga Dia adalah tema pemikiran dan pembicaraan mereka. “Kristus melakukan ini, Kristus melakukan itu, dan Kristus berkata begitu.” Akhirnya seseorang berkata, “Mari kita sebut mereka ini Kristen (Christ-ians).”

Akan disebut apakah anda jika anda dinamai berdasarkan hal-hal yang paling sering anda bicarakan dan pikirkan? Apakah anda orang baik? Atau apakah anda benar-benar seorang Kristen? Pikirkanlah hal ini!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar